Kamis, 03 November 2016

REFORMASI.


Reformasi menurut saya merupakan bagian dari dinamika masyarakat, dalam arti bahwa perkembangan akan menyebabkan tuntutan terhadap pembaharuan dan perubahan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan tersebut.  Reformasi juga bermakna sebagai suatu perubahan tanpa merusak (to change without destroying) atau perubahan dengan memelihara (to change while  preserving). Dalam hal ini, proses reformasi bukanlah proses perubahan yang radikal dan berlangsung dalam jangka waktu singkat, tetapi merupakan proses perubahan yang terencana dan bertahap.

Gerakan reformasi di Indonesiayang terjadi pada tahun 1998 telah membawa berbagai dampak bagi bangsa Indonesia. Walaupun sudah terjadi dua belas tahun silam, dampak tersebut masih kita rasakan sampai saat ini, baik dampak positif maupun dampak negatifnya. Dibawah ini akan diulas sedikit tentang dampak-dampak tersebut.

Ada berbagai dampak negatif dari reformasi 1998, yaitu :

Pertama, iklim politik yang semrawut karena banyak yang menyalah artikan makna dari demokrasi. Mayarakat kurang peduli tentang arti demokrasi yang sebenarnya. Banyak yang menyalahartikan sekaligus menyalahgunakan untuk kepentingan individu atau komunitas masing-masing demi mendapatkan keuntungan lewat berdemokrasi itu. Demokrasi juga kadang membuat masyarakat sangat bergantung pada pemerintah, gak enak sedikit, yang disalahkan pemerintah dengan “hak demokrasi” nya itu.

Kedua, kebebasan dalam menyampaikan pendapat semakin tidak beretika. Keluasan berglobalisasi menimbulkan demokrasi yang “kebla-blasan”. Mengapa? Orang seenaknya mengkritik tanpa menggunakan logika kalau itu akan dibaca orang juga. Kata-kata yang sepatutnya tidak diucapkan malah terpampang jelas di public umum. Hal itu salah satu kelemahan di era reformasi yang sangat mengedepankan demokrasi pancasila yang mengutamakan kesejahteraan rakyat.

Ketiga, banyak demonnstrasi yang harusnya sebagai sarana menyampaikan aspirasi, justru malah mengganggu kenyamanan masyarakat. Ketika ada putusan pemerintah yang kadang menyulitkan sebagian masyarakat membuat sebagian masyarakat itu menyusahkan sebagian masyarakat yang lain. Bertnidak seenaknya karena punya demokrasi yang kuat tapi tidak memikirkan kalau masyarakat lain terganggu dengan ulah kita.

Keempat , meningkatnya kerusuhan di masyarakat. Itu semua karena pemerintahan  pasca reformasi masih belum mampu melaksanakan undang-undang sebagai mestinya sehingga belum dapat mengangkat kehidupan bangsa dalam berbagai aspek.

Namun reformasi juga berdampak positif bagi bangsa Indonesia, yaitu :

Pertama, masyarakat yang sebelum era reformasi dikekang kebebasannya dalam menyampaikan aspirasi, apalagi mengkritik pemerintahan, kini dapat menyampaikan aspirasi dan kritiknya tersebut dengan bebas. Dalam menyampaikan aspirasi dan kritik demi mewujudkan pemerintahan yang baik dan menyejahterakan rakyat dan juga agar pemerintahan yang otoriter tidak terulang seperti dahulu, maka rakyat bisa menyampaikan aspirasinya dengan bebas namun diatur tata carnya lewat Undang-Undang karena takutnya “Kebla-blasan”.

Kedua, derajat bangsa Indonesia di mata dunia semakin terangkat, karena berhasil melepaskan diri dari pemerintahan yang kurang demokratis dan membentuk pemerintahan yang lebih demokratis.Kepemimpinan otoriter membuat bangsa Indonesia terkekang dan membuat pandangan Negara lain kalau rakyat Indonesia hanyalah budak pemerintah. Dan dengan adanya kebebasan demokrasi ini membuat masyarakat tidak dipandang sebelah mata lagi oleh bangsa lain yang “underestimate” kita sebagai bangsa Indonesia.

Ketiga, Indonesia menjadi lebih terbuka terhadap dunia internasional, sehingga mobilitas terhadap berbagai bidang semakin berkembang.Dengan ikutnya Indonesia dalam berbagai organisasi internasional baik bidang ekonomi, politik, social membuat Indonesia bisa mengevaluasi sekaligus mengambil keuntungan melalui organisasi internasional yang diikutinya itu. Tak hanya itu, rakyat Indonesia pun bisa terbantu untuk menjadi lebih baik dalam menyampaikan aspirasi dengan sudut pandang yang beraneka ragam. Maka solusi dari permasalahn yang dialami pemerintah pun bisa terjawab dengan lancar.

Reformasi memang telah membawa perubahan bagi bangsa Indonesia. Dampak utama dari reformasi adalah kebebasan kita dalam menyampaikan aspirasi tidak lagi dikekang seperti yang terjadi pada masa orde baru. Kita bebas menyalurkan aspirasi kita bagi pemerintahan, baik berupa pendapat maupun kritik. Namun perlu diingat, bahwa kebebasan dalam beraspirasi tersebut harus tetap mengikuti norma-norma yang berlaku. Aspirasi yang kita sampaikan harus dapat berguna bagi kemajuan bangsa, jangan sampai malah memecah belah persatuan bangsa. Intinya, reformasi harus bisa menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih demokratis, sebagaimana cita-cita dari reformasi itu sendiri.


REFORMASI.


Reformasi menurut saya merupakan bagian dari dinamika masyarakat, dalam arti bahwa perkembangan akan menyebabkan tuntutan terhadap pembaharuan dan perubahan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan tersebut.  Reformasi juga bermakna sebagai suatu perubahan tanpa merusak (to change without destroying) atau perubahan dengan memelihara (to change while  preserving). Dalam hal ini, proses reformasi bukanlah proses perubahan yang radikal dan berlangsung dalam jangka waktu singkat, tetapi merupakan proses perubahan yang terencana dan bertahap.

Gerakan reformasi di Indonesiayang terjadi pada tahun 1998 telah membawa berbagai dampak bagi bangsa Indonesia. Walaupun sudah terjadi dua belas tahun silam, dampak tersebut masih kita rasakan sampai saat ini, baik dampak positif maupun dampak negatifnya. Dibawah ini akan diulas sedikit tentang dampak-dampak tersebut.

Ada berbagai dampak negatif dari reformasi 1998, yaitu :

Pertama, iklim politik yang semrawut karena banyak yang menyalah artikan makna dari demokrasi. Mayarakat kurang peduli tentang arti demokrasi yang sebenarnya. Banyak yang menyalahartikan sekaligus menyalahgunakan untuk kepentingan individu atau komunitas masing-masing demi mendapatkan keuntungan lewat berdemokrasi itu. Demokrasi juga kadang membuat masyarakat sangat bergantung pada pemerintah, gak enak sedikit, yang disalahkan pemerintah dengan “hak demokrasi” nya itu.

Kedua, kebebasan dalam menyampaikan pendapat semakin tidak beretika. Keluasan berglobalisasi menimbulkan demokrasi yang “kebla-blasan”. Mengapa? Orang seenaknya mengkritik tanpa menggunakan logika kalau itu akan dibaca orang juga. Kata-kata yang sepatutnya tidak diucapkan malah terpampang jelas di public umum. Hal itu salah satu kelemahan di era reformasi yang sangat mengedepankan demokrasi pancasila yang mengutamakan kesejahteraan rakyat.

Ketiga, banyak demonnstrasi yang harusnya sebagai sarana menyampaikan aspirasi, justru malah mengganggu kenyamanan masyarakat. Ketika ada putusan pemerintah yang kadang menyulitkan sebagian masyarakat membuat sebagian masyarakat itu menyusahkan sebagian masyarakat yang lain. Bertnidak seenaknya karena punya demokrasi yang kuat tapi tidak memikirkan kalau masyarakat lain terganggu dengan ulah kita.

Keempat , meningkatnya kerusuhan di masyarakat. Itu semua karena pemerintahan  pasca reformasi masih belum mampu melaksanakan undang-undang sebagai mestinya sehingga belum dapat mengangkat kehidupan bangsa dalam berbagai aspek.

Namun reformasi juga berdampak positif bagi bangsa Indonesia, yaitu :

Pertama, masyarakat yang sebelum era reformasi dikekang kebebasannya dalam menyampaikan aspirasi, apalagi mengkritik pemerintahan, kini dapat menyampaikan aspirasi dan kritiknya tersebut dengan bebas. Dalam menyampaikan aspirasi dan kritik demi mewujudkan pemerintahan yang baik dan menyejahterakan rakyat dan juga agar pemerintahan yang otoriter tidak terulang seperti dahulu, maka rakyat bisa menyampaikan aspirasinya dengan bebas namun diatur tata carnya lewat Undang-Undang karena takutnya “Kebla-blasan”.

Kedua, derajat bangsa Indonesia di mata dunia semakin terangkat, karena berhasil melepaskan diri dari pemerintahan yang kurang demokratis dan membentuk pemerintahan yang lebih demokratis.Kepemimpinan otoriter membuat bangsa Indonesia terkekang dan membuat pandangan Negara lain kalau rakyat Indonesia hanyalah budak pemerintah. Dan dengan adanya kebebasan demokrasi ini membuat masyarakat tidak dipandang sebelah mata lagi oleh bangsa lain yang “underestimate” kita sebagai bangsa Indonesia.

Ketiga, Indonesia menjadi lebih terbuka terhadap dunia internasional, sehingga mobilitas terhadap berbagai bidang semakin berkembang.Dengan ikutnya Indonesia dalam berbagai organisasi internasional baik bidang ekonomi, politik, social membuat Indonesia bisa mengevaluasi sekaligus mengambil keuntungan melalui organisasi internasional yang diikutinya itu. Tak hanya itu, rakyat Indonesia pun bisa terbantu untuk menjadi lebih baik dalam menyampaikan aspirasi dengan sudut pandang yang beraneka ragam. Maka solusi dari permasalahn yang dialami pemerintah pun bisa terjawab dengan lancar.

Reformasi memang telah membawa perubahan bagi bangsa Indonesia. Dampak utama dari reformasi adalah kebebasan kita dalam menyampaikan aspirasi tidak lagi dikekang seperti yang terjadi pada masa orde baru. Kita bebas menyalurkan aspirasi kita bagi pemerintahan, baik berupa pendapat maupun kritik. Namun perlu diingat, bahwa kebebasan dalam beraspirasi tersebut harus tetap mengikuti norma-norma yang berlaku. Aspirasi yang kita sampaikan harus dapat berguna bagi kemajuan bangsa, jangan sampai malah memecah belah persatuan bangsa. Intinya, reformasi harus bisa menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih demokratis, sebagaimana cita-cita dari reformasi itu sendiri.


REFORMASI.


Reformasi menurut saya merupakan bagian dari dinamika masyarakat, dalam arti bahwa perkembangan akan menyebabkan tuntutan terhadap pembaharuan dan perubahan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan tersebut.  Reformasi juga bermakna sebagai suatu perubahan tanpa merusak (to change without destroying) atau perubahan dengan memelihara (to change while  preserving). Dalam hal ini, proses reformasi bukanlah proses perubahan yang radikal dan berlangsung dalam jangka waktu singkat, tetapi merupakan proses perubahan yang terencana dan bertahap.

Gerakan reformasi di Indonesiayang terjadi pada tahun 1998 telah membawa berbagai dampak bagi bangsa Indonesia. Walaupun sudah terjadi dua belas tahun silam, dampak tersebut masih kita rasakan sampai saat ini, baik dampak positif maupun dampak negatifnya. Dibawah ini akan diulas sedikit tentang dampak-dampak tersebut.

Ada berbagai dampak negatif dari reformasi 1998, yaitu :

Pertama, iklim politik yang semrawut karena banyak yang menyalah artikan makna dari demokrasi. Mayarakat kurang peduli tentang arti demokrasi yang sebenarnya. Banyak yang menyalahartikan sekaligus menyalahgunakan untuk kepentingan individu atau komunitas masing-masing demi mendapatkan keuntungan lewat berdemokrasi itu. Demokrasi juga kadang membuat masyarakat sangat bergantung pada pemerintah, gak enak sedikit, yang disalahkan pemerintah dengan “hak demokrasi” nya itu.

Kedua, kebebasan dalam menyampaikan pendapat semakin tidak beretika. Keluasan berglobalisasi menimbulkan demokrasi yang “kebla-blasan”. Mengapa? Orang seenaknya mengkritik tanpa menggunakan logika kalau itu akan dibaca orang juga. Kata-kata yang sepatutnya tidak diucapkan malah terpampang jelas di public umum. Hal itu salah satu kelemahan di era reformasi yang sangat mengedepankan demokrasi pancasila yang mengutamakan kesejahteraan rakyat.

Ketiga, banyak demonnstrasi yang harusnya sebagai sarana menyampaikan aspirasi, justru malah mengganggu kenyamanan masyarakat. Ketika ada putusan pemerintah yang kadang menyulitkan sebagian masyarakat membuat sebagian masyarakat itu menyusahkan sebagian masyarakat yang lain. Bertnidak seenaknya karena punya demokrasi yang kuat tapi tidak memikirkan kalau masyarakat lain terganggu dengan ulah kita.

Keempat , meningkatnya kerusuhan di masyarakat. Itu semua karena pemerintahan  pasca reformasi masih belum mampu melaksanakan undang-undang sebagai mestinya sehingga belum dapat mengangkat kehidupan bangsa dalam berbagai aspek.

Namun reformasi juga berdampak positif bagi bangsa Indonesia, yaitu :

Pertama, masyarakat yang sebelum era reformasi dikekang kebebasannya dalam menyampaikan aspirasi, apalagi mengkritik pemerintahan, kini dapat menyampaikan aspirasi dan kritiknya tersebut dengan bebas. Dalam menyampaikan aspirasi dan kritik demi mewujudkan pemerintahan yang baik dan menyejahterakan rakyat dan juga agar pemerintahan yang otoriter tidak terulang seperti dahulu, maka rakyat bisa menyampaikan aspirasinya dengan bebas namun diatur tata carnya lewat Undang-Undang karena takutnya “Kebla-blasan”.

Kedua, derajat bangsa Indonesia di mata dunia semakin terangkat, karena berhasil melepaskan diri dari pemerintahan yang kurang demokratis dan membentuk pemerintahan yang lebih demokratis.Kepemimpinan otoriter membuat bangsa Indonesia terkekang dan membuat pandangan Negara lain kalau rakyat Indonesia hanyalah budak pemerintah. Dan dengan adanya kebebasan demokrasi ini membuat masyarakat tidak dipandang sebelah mata lagi oleh bangsa lain yang “underestimate” kita sebagai bangsa Indonesia.

Ketiga, Indonesia menjadi lebih terbuka terhadap dunia internasional, sehingga mobilitas terhadap berbagai bidang semakin berkembang.Dengan ikutnya Indonesia dalam berbagai organisasi internasional baik bidang ekonomi, politik, social membuat Indonesia bisa mengevaluasi sekaligus mengambil keuntungan melalui organisasi internasional yang diikutinya itu. Tak hanya itu, rakyat Indonesia pun bisa terbantu untuk menjadi lebih baik dalam menyampaikan aspirasi dengan sudut pandang yang beraneka ragam. Maka solusi dari permasalahn yang dialami pemerintah pun bisa terjawab dengan lancar.

Reformasi memang telah membawa perubahan bagi bangsa Indonesia. Dampak utama dari reformasi adalah kebebasan kita dalam menyampaikan aspirasi tidak lagi dikekang seperti yang terjadi pada masa orde baru. Kita bebas menyalurkan aspirasi kita bagi pemerintahan, baik berupa pendapat maupun kritik. Namun perlu diingat, bahwa kebebasan dalam beraspirasi tersebut harus tetap mengikuti norma-norma yang berlaku. Aspirasi yang kita sampaikan harus dapat berguna bagi kemajuan bangsa, jangan sampai malah memecah belah persatuan bangsa. Intinya, reformasi harus bisa menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih demokratis, sebagaimana cita-cita dari reformasi itu sendiri.


REFORMASI.


Reformasi menurut saya merupakan bagian dari dinamika masyarakat, dalam arti bahwa perkembangan akan menyebabkan tuntutan terhadap pembaharuan dan perubahan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan tersebut.  Reformasi juga bermakna sebagai suatu perubahan tanpa merusak (to change without destroying) atau perubahan dengan memelihara (to change while  preserving). Dalam hal ini, proses reformasi bukanlah proses perubahan yang radikal dan berlangsung dalam jangka waktu singkat, tetapi merupakan proses perubahan yang terencana dan bertahap.

Gerakan reformasi di Indonesiayang terjadi pada tahun 1998 telah membawa berbagai dampak bagi bangsa Indonesia. Walaupun sudah terjadi dua belas tahun silam, dampak tersebut masih kita rasakan sampai saat ini, baik dampak positif maupun dampak negatifnya. Dibawah ini akan diulas sedikit tentang dampak-dampak tersebut.

Ada berbagai dampak negatif dari reformasi 1998, yaitu :

Pertama, iklim politik yang semrawut karena banyak yang menyalah artikan makna dari demokrasi. Mayarakat kurang peduli tentang arti demokrasi yang sebenarnya. Banyak yang menyalahartikan sekaligus menyalahgunakan untuk kepentingan individu atau komunitas masing-masing demi mendapatkan keuntungan lewat berdemokrasi itu. Demokrasi juga kadang membuat masyarakat sangat bergantung pada pemerintah, gak enak sedikit, yang disalahkan pemerintah dengan “hak demokrasi” nya itu.

Kedua, kebebasan dalam menyampaikan pendapat semakin tidak beretika. Keluasan berglobalisasi menimbulkan demokrasi yang “kebla-blasan”. Mengapa? Orang seenaknya mengkritik tanpa menggunakan logika kalau itu akan dibaca orang juga. Kata-kata yang sepatutnya tidak diucapkan malah terpampang jelas di public umum. Hal itu salah satu kelemahan di era reformasi yang sangat mengedepankan demokrasi pancasila yang mengutamakan kesejahteraan rakyat.

Ketiga, banyak demonnstrasi yang harusnya sebagai sarana menyampaikan aspirasi, justru malah mengganggu kenyamanan masyarakat. Ketika ada putusan pemerintah yang kadang menyulitkan sebagian masyarakat membuat sebagian masyarakat itu menyusahkan sebagian masyarakat yang lain. Bertnidak seenaknya karena punya demokrasi yang kuat tapi tidak memikirkan kalau masyarakat lain terganggu dengan ulah kita.

Keempat , meningkatnya kerusuhan di masyarakat. Itu semua karena pemerintahan  pasca reformasi masih belum mampu melaksanakan undang-undang sebagai mestinya sehingga belum dapat mengangkat kehidupan bangsa dalam berbagai aspek.

Namun reformasi juga berdampak positif bagi bangsa Indonesia, yaitu :

Pertama, masyarakat yang sebelum era reformasi dikekang kebebasannya dalam menyampaikan aspirasi, apalagi mengkritik pemerintahan, kini dapat menyampaikan aspirasi dan kritiknya tersebut dengan bebas. Dalam menyampaikan aspirasi dan kritik demi mewujudkan pemerintahan yang baik dan menyejahterakan rakyat dan juga agar pemerintahan yang otoriter tidak terulang seperti dahulu, maka rakyat bisa menyampaikan aspirasinya dengan bebas namun diatur tata carnya lewat Undang-Undang karena takutnya “Kebla-blasan”.

Kedua, derajat bangsa Indonesia di mata dunia semakin terangkat, karena berhasil melepaskan diri dari pemerintahan yang kurang demokratis dan membentuk pemerintahan yang lebih demokratis.Kepemimpinan otoriter membuat bangsa Indonesia terkekang dan membuat pandangan Negara lain kalau rakyat Indonesia hanyalah budak pemerintah. Dan dengan adanya kebebasan demokrasi ini membuat masyarakat tidak dipandang sebelah mata lagi oleh bangsa lain yang “underestimate” kita sebagai bangsa Indonesia.

Ketiga, Indonesia menjadi lebih terbuka terhadap dunia internasional, sehingga mobilitas terhadap berbagai bidang semakin berkembang.Dengan ikutnya Indonesia dalam berbagai organisasi internasional baik bidang ekonomi, politik, social membuat Indonesia bisa mengevaluasi sekaligus mengambil keuntungan melalui organisasi internasional yang diikutinya itu. Tak hanya itu, rakyat Indonesia pun bisa terbantu untuk menjadi lebih baik dalam menyampaikan aspirasi dengan sudut pandang yang beraneka ragam. Maka solusi dari permasalahn yang dialami pemerintah pun bisa terjawab dengan lancar.

Reformasi memang telah membawa perubahan bagi bangsa Indonesia. Dampak utama dari reformasi adalah kebebasan kita dalam menyampaikan aspirasi tidak lagi dikekang seperti yang terjadi pada masa orde baru. Kita bebas menyalurkan aspirasi kita bagi pemerintahan, baik berupa pendapat maupun kritik. Namun perlu diingat, bahwa kebebasan dalam beraspirasi tersebut harus tetap mengikuti norma-norma yang berlaku. Aspirasi yang kita sampaikan harus dapat berguna bagi kemajuan bangsa, jangan sampai malah memecah belah persatuan bangsa. Intinya, reformasi harus bisa menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih demokratis, sebagaimana cita-cita dari reformasi itu sendiri.


REFORMASI.


Reformasi menurut saya merupakan bagian dari dinamika masyarakat, dalam arti bahwa perkembangan akan menyebabkan tuntutan terhadap pembaharuan dan perubahan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan tersebut.  Reformasi juga bermakna sebagai suatu perubahan tanpa merusak (to change without destroying) atau perubahan dengan memelihara (to change while  preserving). Dalam hal ini, proses reformasi bukanlah proses perubahan yang radikal dan berlangsung dalam jangka waktu singkat, tetapi merupakan proses perubahan yang terencana dan bertahap.

Gerakan reformasi di Indonesiayang terjadi pada tahun 1998 telah membawa berbagai dampak bagi bangsa Indonesia. Walaupun sudah terjadi dua belas tahun silam, dampak tersebut masih kita rasakan sampai saat ini, baik dampak positif maupun dampak negatifnya. Dibawah ini akan diulas sedikit tentang dampak-dampak tersebut.

Ada berbagai dampak negatif dari reformasi 1998, yaitu :

Pertama, iklim politik yang semrawut karena banyak yang menyalah artikan makna dari demokrasi. Mayarakat kurang peduli tentang arti demokrasi yang sebenarnya. Banyak yang menyalahartikan sekaligus menyalahgunakan untuk kepentingan individu atau komunitas masing-masing demi mendapatkan keuntungan lewat berdemokrasi itu. Demokrasi juga kadang membuat masyarakat sangat bergantung pada pemerintah, gak enak sedikit, yang disalahkan pemerintah dengan “hak demokrasi” nya itu.

Kedua, kebebasan dalam menyampaikan pendapat semakin tidak beretika. Keluasan berglobalisasi menimbulkan demokrasi yang “kebla-blasan”. Mengapa? Orang seenaknya mengkritik tanpa menggunakan logika kalau itu akan dibaca orang juga. Kata-kata yang sepatutnya tidak diucapkan malah terpampang jelas di public umum. Hal itu salah satu kelemahan di era reformasi yang sangat mengedepankan demokrasi pancasila yang mengutamakan kesejahteraan rakyat.

Ketiga, banyak demonnstrasi yang harusnya sebagai sarana menyampaikan aspirasi, justru malah mengganggu kenyamanan masyarakat. Ketika ada putusan pemerintah yang kadang menyulitkan sebagian masyarakat membuat sebagian masyarakat itu menyusahkan sebagian masyarakat yang lain. Bertnidak seenaknya karena punya demokrasi yang kuat tapi tidak memikirkan kalau masyarakat lain terganggu dengan ulah kita.

Keempat , meningkatnya kerusuhan di masyarakat. Itu semua karena pemerintahan  pasca reformasi masih belum mampu melaksanakan undang-undang sebagai mestinya sehingga belum dapat mengangkat kehidupan bangsa dalam berbagai aspek.

Namun reformasi juga berdampak positif bagi bangsa Indonesia, yaitu :

Pertama, masyarakat yang sebelum era reformasi dikekang kebebasannya dalam menyampaikan aspirasi, apalagi mengkritik pemerintahan, kini dapat menyampaikan aspirasi dan kritiknya tersebut dengan bebas. Dalam menyampaikan aspirasi dan kritik demi mewujudkan pemerintahan yang baik dan menyejahterakan rakyat dan juga agar pemerintahan yang otoriter tidak terulang seperti dahulu, maka rakyat bisa menyampaikan aspirasinya dengan bebas namun diatur tata carnya lewat Undang-Undang karena takutnya “Kebla-blasan”.

Kedua, derajat bangsa Indonesia di mata dunia semakin terangkat, karena berhasil melepaskan diri dari pemerintahan yang kurang demokratis dan membentuk pemerintahan yang lebih demokratis.Kepemimpinan otoriter membuat bangsa Indonesia terkekang dan membuat pandangan Negara lain kalau rakyat Indonesia hanyalah budak pemerintah. Dan dengan adanya kebebasan demokrasi ini membuat masyarakat tidak dipandang sebelah mata lagi oleh bangsa lain yang “underestimate” kita sebagai bangsa Indonesia.

Ketiga, Indonesia menjadi lebih terbuka terhadap dunia internasional, sehingga mobilitas terhadap berbagai bidang semakin berkembang.Dengan ikutnya Indonesia dalam berbagai organisasi internasional baik bidang ekonomi, politik, social membuat Indonesia bisa mengevaluasi sekaligus mengambil keuntungan melalui organisasi internasional yang diikutinya itu. Tak hanya itu, rakyat Indonesia pun bisa terbantu untuk menjadi lebih baik dalam menyampaikan aspirasi dengan sudut pandang yang beraneka ragam. Maka solusi dari permasalahn yang dialami pemerintah pun bisa terjawab dengan lancar.

Reformasi memang telah membawa perubahan bagi bangsa Indonesia. Dampak utama dari reformasi adalah kebebasan kita dalam menyampaikan aspirasi tidak lagi dikekang seperti yang terjadi pada masa orde baru. Kita bebas menyalurkan aspirasi kita bagi pemerintahan, baik berupa pendapat maupun kritik. Namun perlu diingat, bahwa kebebasan dalam beraspirasi tersebut harus tetap mengikuti norma-norma yang berlaku. Aspirasi yang kita sampaikan harus dapat berguna bagi kemajuan bangsa, jangan sampai malah memecah belah persatuan bangsa. Intinya, reformasi harus bisa menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih demokratis, sebagaimana cita-cita dari reformasi itu sendiri.


Senin, 15 Agustus 2016

Sukarni, Sosok Dibalik Layar yang Pmeberani


Sukarni, sosok dibalik layar yang pemberani

   Profil Sukarni   



Nama : Soekarni Kartodiwirjo
Tempat Lahir : Blitar, Jawa Timur
Lahir : 14 Juli 1916
Meninggal : Jakarta, 7 Mei 1971 (umur 54)
Makam : Taman Makam Pahlawan Kalibata
Agama : Islam
Warga Negara : Indonesia



   Biografi Sukarni   

Ada seorang pemuda yang bernama sukarni kertowirdjo yang merupakan tokoh pemuda atau golongan muda yang sangat berani terhadap kemerdekaan Indonesia melalui aksi aksinya sebagai anak muda. Ia mengawali kisahnya di biografi sukarni dengan bersekolah di mardisiswa yaitu sejenis taman siswa yang didirikan oleh Mohammad Anwar di Semarang. Ia banyak memperoleh pembelajaran tentang pergerakan bangsa dan negara melalui taman siswa tersebut. Ia termasuk anak yang sangat nakal dan suka sekali berbuat onar di asa kecilnya. Ia sering berkelahi dan tawuran. Bahkan ia sering menantang berkelahi anak-anak keturunan Belanda di kota tersebut.

Biografi sukarni berlanjut dengan ia pernah di masa kecilnya mengajak puluhan temanya untuk mengirim surat tantangan untuk berkelahi bagi anak nak muda Belanda waktu itu. Tantangan itu diterima oleh anak anak Belanda dan akhirnya terjadilah tawuran besar di sebuah kebun raya waktu itu. Akhirnya tawuran dimenangkan oleh kelompok sukarni. Sukarni pun dikeluarkan dari sekolah dan dia tidak menyerah untuk belajar. Ia melanjutkan sekolah di Yogyakarta dan ia juga lalu pindah ke Jakarta untuk bersekolah. Hal ini berkat kak Bung Karno yang lalu memasukkan sukarni ke Sekolah jurnalistik di Bandung.



Biografi kisah sukarni terus berlanjut dengan kisah menarik sukarni lainnya. Salah satu jasa sukarni yang terkenal adalah ketika terjadi peristiwa rengasdengklok. Peristiwa rengasdengklok adalah peristiwa yang terjadi akibat kurangnya pemahaman antara kaum muda dan tua pada waktu itu. Akhirnya sukarni dan kawan-kawannya mencoba mendesak Soekarno dan Bung Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia namun mereka menolak. Akhirnya kaum muda pun menculik keduanya ke rengasdengklok dengan tuan agar menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang.



Selanjutnya biografi sukarni juga membuat banyak kisah heroik sukarni yang sangat gigih dalam melawan pergerakan Belanda melalui aksi-aksinya di kancah politik pemerintah saat ia lalu menjabat sebagai seorang politisi di partai murba yang didirikannya dan diketuai olehnya. Partai ini merupakan partai nasionalis yang membawa perubahan Indonesia lebih baik terutama dalam hal mempertahankan kemerdekaannya. Sukarni bahkan sering dipenjara karena perjuangannya.



Bahkan ketika Soekarni mencoba menasehati Bung Karno tentang gerakan PKI di istana Bogor ia malah ditangkap dan selanjutnya partai ini dibekukan oleh pemerintah. Namun akhirnya setelah sukarni bebas, pembekuan partai ini sudah berakhir lalu partai ini kembali aktif. Jasa sukarni ini lalu dianggap begitu penting hingga akhirnya presiden Joko Widodo memberikan ia gelar bintang mahaputra kelas empat yang ditujukan pada perwakilan keluarganya. 

   Karir Sukarni   

  • Ketua Partai Murba
  • Duta Besar Indonesia di Peking
  • Anggota Badan pekerja KNI Pusat
  • Anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA, 1967)

   Penghargaan Sukarni   

  • Bintang Mahaputra kelas empat
  • Pahlawan Nasional

Sumber : www.biografipahlawan.com 

Mengapa saya memilih Soekarni sebagai contoh teladan saya karena :

·         Saya memerankannya di Sosio-drama, Jadi saya sudah mengenal lebih dalam dan merasakan bagaimana rasanya menjaid sukarni yang pemberani dan mengemukakan pendapat-pendapatnya di hadapa soekarno.

·         Dia adalah sosok yang walaupun bukan pemeran utama tapi melainkan sosok figuran namun jiwa pemberani dan semangat kemerdekaannya membuat saya kagum dengan senyumnya yang khas itu.
Dia adalah sosok dibalik layar siapa yang akan menandatangani teks proklamasi, dia sangat cerdas dalam membuat keputusan dan memberikan

Selasa, 26 Juli 2016

10 FAKTA UNIK NEGARA JEPANG !

10 Fakta Unik Negara Jepang



Jepang merupakan salah satu negara yang sangat mengagumkan. Berbagai kelebihan dan keunggulan Negeri Matahari Terbit ini menjadikan ia sebagai salah satu negara yang ingin dikunjungi oleh orang-orang dari negara lain. Mulai dari industrinya yang besar hingga budayanya yang khas.
Namun selain kelebihan-kelebihan yang disebutkan tadi, ternyata Jepang memiliki fakta-fakta unik yang masih banyak orang belum ketahui. Mau tahu? Simak info lengkapnya berikut ini seperti dikutip dari Jitunews.com:

1. KFC saat Natal
Beberapa orang dari belahan bumi sebelah barat mengira kalkun adalah hidangan yang pas disajikan saat Natal. Namun, tak demikian dengan orang Jepang. Akibat kesuksesan KFC sejak tahun 1970-an, orang Jepang menyukai makanan cepat saji ini. Kalkun memang tak tersedia di Negeri Sakura ini. Sebagai gantinya, KFC membuka layanan khusus saat Natal dan antrean warga Jepang memenuhi gerai.


2. Penduduk Berusia di Atas 100 Tahun
Bila Amerika Serikat memiliki banyak warga berusia di atas 100 tahun karena memang jumlah penduduk negara ini juga tinggi. Sementara, bila dibandingkan persentase warga dengan usia ini, di Jepang tergolong tinggi karena jumlah penduduknya lebih sedikit. Kenyataannya, terdapat 50.000 warga yang memiliki usia di atas 100 tahun di Jepang. Rata-rata usia harapan hidup penduduknya 82,9 tahun. Mereka memiliki sistem dan budaya perawatan kesehatan yang dapat membuat penduduk hidup lebih lama.

3. Perusahaan Tua
Jepang merupakan asal dari perusahaan tua di dunia. Bahkan, ada yang telah beroperasi selama 1.400 tahun. Salah satunya, Kongo Gumi Co., Ltd, sebuah perusahaan Jepang yang bergerak di sektor konstruksi. Perusahaan ini, telah memegang rekor sebagai perusahaan tertua di dunia karena telah beroperasi selama 1.400 tahun sebelum akhirnya diakuisi perusahaan lain pada 2006.

4. Hotel Tertua di Dunia
Nisiyama Onsen Keunkan adalah hotel yang buka sejak tahun 705. Menurut Buku Rekor Dunia dari Guiness hotel ini satu-satunya hotel tertua yang masih beroperasi hingga kini. Ya, masih buka untuk umum. Hotel ini memiliki lebih dari 50 generasi dari keluarga yang sama yang beroperasi sejak pertama kali buka. Stafnya berkomitmen untuk menjaga, karena hotel ini telah menarik perhatian.

5. Kereta Paling Tepat Waktu
Untuk beberapa orang yang mengandalkan kereta api demi mencapai kantor, tak ada yang lebih tepat waktu selain kereta asal Jepang. Mereka selalu memastikan setiap kereta berhenti tepat waktu. Rata-rata keterlambatan di Tokaido Shinkansen hanya 0,6 menit. Kendati hanya telat kurang dari 1 menit, kondektur akan meminta maaf dan memberikan sertifikat keterlambatan kepada atasan penumpang. Keterlambatan mungkin terjadi tapi bukan di Negara Matahari Terbit ini.

6. Tertidur Ketika Bekerja
Orang Jepang berpendapat pekerja yang tertidur di mejanya menunjukkan orang itu memiliki sifat pekerja keras. Bahkan, mereka memiliki kata spesial bagi mereka yang tertidur saat bekerja yaitu inemuri. Bagi mereka, rasa lelah muncul akibat tekanan kerja terlalu tinggi dan Jepang menghargai usaha keras yang dilakukan pekerjanya.

7. Berkendara Menembus Gedung
Sebuah gedung di Fukushima-ku, Osaka, memiliki sebuah jalan tol yang menembus ke gedung. Tak ada yang spesial sebenarnya, tapi mobil benar-benar berjalan menembus ke gedung. Jalan ini melewati antara lantai ke 5 dan 7. Jalan tersebut seperti jembatan yang menghubungkan akses ke beberapa gedung.

8. Parade
Penduduk Jepang pergi ke Kawasaki untuk merayakan Kanamara Matsuri atau perayaan kelahiran. Hal ini mengingatkan Anda dengan pesta bujang dan membeli benda-benda menyerupai penis. Bahkan, terdapat patung-patung penis raksasa yag bisa dijadikan objek foto. Festival ini mulai digelar pada abad ke-17 oleh pekerja seks komersial yang berdoa agar tak terjangkit penyakit.

9. Kereta Mengambang
Seperti diketahui sebelumnya, Jepang sungguh-sungguh membangun keretanya. Apalagi, kereta yang melaju seperti peluru dengan kecepatan 320 km/jam. Kereta ini terlihat mengambang karena terdapat gaya magnet di relnya.

10. Pulau Penuh Kelinci
Pulau Kelinci seluas 700.000 meter persegi. Turis datang ke sini untuk satu alasan, yakni kelinci. Paling tidak, terdapat 300 kelinci di sini. Walaupun kelincinya liar, turis bisa dengan mudah memangku dan memberinya wortel atau makanan kelinci lainnya. Sebelumnya, kelinci-kelinci ini dibawa untuk menguji ramuan. Namun, setelah Perang Dunia II semua kelinci dilepas ke alam liar. Tak ada pemangsa membuat jumlah kelinci berlipatganda dengan cepat.